"Antara Cinta dan Benci"

Karya : Den Mas (Teh Pucuk)

Perkenalkan namaku Harianto, biasanya aku sering dipanggil dengan panggilan Anto. Umurku sekarang 22 tahun berjalan. Aku hobinya sederhana yaitu bernanyi, main gitar, mancing, dan satu lagi bergaul dengan anak-anak yang berpengalaman. Hari ini, aku akan mencoret sedikit kisah tentang cinta yang aku alami saat ini, dimana aku yang hanya mementingkan ego tanpa mengingat sebuah cinta yg indah. aku sadar, tapi mungkin dengan tegangan emosi yang terlalu tinggi hingga diri ini selalu terbawa dalam dunia yang hanya satu warna.

Baca Juga: Benci Jadi Cinta Karya Puji Ardhani Putri

Di suatu ketika, awal dari kisah ini tepat pada hari senin jam 04.25. Sepulang dari kampus. waktu itu, aku dan sahabatku tak lain adalah Sudirman mampir ke salah satu kost, penghuni kost tersebut namanya Sri Aswati yang biasa dipanggil Waty. Anaknya biasa-biasa aja, cantik tidak, manispun apa lagi. Jangan marah ya ini nyata loh.!!  hehe.. tapi anaknya asyik,  menyenangkan, dan satu lagi baik. Dia pun memiliki keunikan yang berbeda dari kita-kita yaitu cara penglihatannya yang agak bersampingan, maklumlah namanya juga kita sebagai manusia ada yang sempurna kadang ada yang tidak.

Ketika itu, kami tiba di kost tersebut dan memberikan salam kepada mereka yang ada disana, kami pun mendapatkan banyaknya senyuman, anehnya senyuman tersebut menghampiri dengan secara serentak. Buhset..Kayak lomba aja..!! setelah itu, kami pun masuk dan kemudian  duduk sampai pada akhirnya canda tawa yang selalu setia menemani mulai berkurang karna energi yang sudah menipis. Hehee.. gitu-gitu aja energinya menipis, sandal kali bung menipis. Lebay  deh..!!

Setelah lama duduk dan berbincang-bincang, aku dan sahabatku berpamitan karna waktu sudah menunjukkan akan datangnya malam. Tapi, tak lama kemudian muncullah seorang gadis manis yang berambut panjang tegak lurus sambil menyapa teman kostnya.”

“ Hey Tik, itu temanmu ya..?”. Kata si gadis sambil menengok ke arahku.

“Iya, kenapa emank..?” Jawab si Waty.

“Nggak ada, cuman senang aja ngelihatnya.” Kata si Gadis sambil tersipu malu.

Setelah itu kami pun balek ke tempat rumah masing-masing, tapi anehnya sampai di rumah tak tau kenapa wajah gadis yang tadi sore tiba-tiba muncul dan terasa kuat tersimpan dibenakku, mungkin ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Aku pun termenung dan tersenyum sendiri sambil minum kopi sekaligus menghisap rokok yang tinggal satu batang. “Mungkin aku merasakan ada sesuatu dan lain hal seperti kata-kata remaja zaman sekarang”. Cenat cenut..ce’illa…………….ada-ada aja.

Lama kemudian, malam itu aku berencana ingin balek lagi ketempat itu (kost). Tapi aku nggak bisa sendiri, aku ambil hp dan segera aku klik tombol yang berwarna hijau daun sambil menempelkan ke kuping kiri dan tak lama kemudian akhirnya nyambung dan tanpa basa-basi aku langsung ke inti.

“Dir, lo lagi dimana?” kataku sambil tersenyum.

“Aku dirumah ni”. Jawabnya.

“Besok lo ada waktu nggak?”

“Ada, emangnya ada apa?”

“Gini Brow, besok kita mampir ke kost yang kemarin ya?” Kataku.

Tak lama kemudian dia pun menjawab dengan mengatakan,  “Ya.”

Aku merencanakan itu  karena ada mauku, yaitu “ingin melihat gadis yang selalu hadir di ingatanku”. Sahabatku tak menyadari bahwa aku menyukai cewek yang kemarin kami lihat.

Malam pun telah berlalu hingga sorepun tiba dan aku mempersiapkan diri untuk balek ke kost itu, sampai disana kami pun duduk sambil berbincang-bincing seperti biasanya. Tak lupa kemudian mataku selalu menengok kesana kesini kayak buronan yang baru lepas dari ruang tahanan. Setelah beberapa menit, datanglah gadis itu dan  menyapa aku dan sahabat-sahabatku dengan sedikit senyuman manja. Maklumlah namanya juga baru pertama. Hehee.. dengan tanpa permisi, gadis itu langsung masuk dan duduk sambil menggaruk-nggaruk handphone. Hehee.. mungkin handphone-nya gatel kali ya!!

Tak lama kemudian, disanalah aku mulai merasa terhipnotis karna tatapan matanya yang begitu tajam seperti Burung Elang mengurangi energi (mental). Lama kemudian hampir 5 menit berjalan dia pun keluar dari kamar itu, dan anehnya lagi tiba-tiba energiku (mental) normal kembali, maklumlah namanya juga aku ”pemalu” pahami dikitlah..!!

Waktu terus berjalan dan hari pun terus berganti hingga pada akhirnya, aku mendapat pesan dari temanku Sry Aswati yang biasa dipanggil Waty.

“Sore Anto. Oh, ya... ada yang mau kenalann sama kamu”. Katanya.

“Siapa?” Jawabku..

“Ada deh pokoknya, kalau mau ni aku kasih nomornya”. Bilangnya sambil kentut.

Beberapa detik berlalau aku pun setuju, dan tanpa sadar ternyata teman aku kenalan adalah gadis yang selama ini aku incar. Senang pastilah ku rasa, dan sampai saat itu komunikasiku dengannya berjalan lancar.

Pernah disuatu hari aku ada niat untuk mengungkapkan perasaanku yang sudah lama terpendam, tapi itu tak mungkin karena aku masih ragu akan cinta dan komunikasi yang tak lancar. Waktu terus berjalan, terus berjalan, dan terus berjalan. pas di sore hari, udara yang sangat sejuk aku mengingat akan gadis itu (Khusnul Wahidah) biasa dipanggil Wahidah.  Aku pun mengirimkan pesan lewat handphone dan isi pesan tersebut hanya menanyakan tentang keadaan saja.

“Hey Dah, bagaimana kabarmu sekarang?” Kataku sambil merindukannya.

“ Alhamdulillah baik. Sebaliknya bagaimana?” Jawabnya.

Aku pun menjawab dengan jawaban yang sama sambil tersenyum dan merasa lega bisa berkomunikasi lagi dengan dirinya. Lama kemudian, komunikasiku dengannya terus mengalir hingga sampai disuatu  hari pas dibulan Oktober aku dan dia mulai sibuk dikarenakan adanya KKN. Maklumlah namanya juga mahasisiwa semester atas. Hehee sok dikit tak apalah yao..!!

Pas di hari pertama pembekalan, aku bingung harus pakek apa karena semua celana dan pakaianku basah karna dicuci. Aku pun termenung dan merasa gelisah hingga pada akhirnya aku pergi ke salah satu rumah teman untuk meminjam sepasang pakaian dan akhirnya aku memakai sebuah pakaian meskipun hanya sebatas pinjaman. “Nggak malu bang minjam? Hehee..” Kata temanku.

Saat itu, aku sampai di tempat pembekalan dan tak tau harus berbuat apa. Jadi bingung. Terpaksa aku berdo’a, dalam do’aku  “Ya Allah semoga hari ini aku bisa melihat dia dan aku harap semoga aku bersamaan kelompok dengan dirinya”. Pas hari itu,  mataku yang seharusnya tertuju sama yang di depan malah menengok sama gadis yang aku rindukan. Tanpa sadar, aku pun jatuh dari kursi dudukku sungguh maluku waktu itu.

Pas hari kedua pembekalan, di sanalah aku selalu teringat akan gadis itu. Tak tau kenapa? Hanya wajahnyalah yang selalu mengisi hari-hariku dan sampai saat ini. Tibalah dimana hari terakhir pembekalan yang aku tunggu-tunggu kini sudah datang, Rasa tegang dan cemumut mulai kurasakan. Hampir 20 menit berlalu, namaku disebut juga, akan tetapi aku merasa kecewa karena seseorang yang aku ridukan tidak bersamaan kelompok denganku. Padahal do’aku tak ada putus-putusnya, tapi mungkin do’a yang dalam keadaan terpaksa dan kurang khusuk kali ya……

Lama kemudian, esok harinya kami pun pergi ke tempat lokasi masing-masing. Dimana aku dan gadis itu harapan tak bisa bertemu lagi (selama KKN). Namun setelah beberapa hari KKN berjalan, waktu berkata lain hingga tiba-tiba aku bermimpi. Dalam mimpiku aku mendapatkan sebuah bunga yang jatuh dari langit, kemudian bunga itu aku kasih kepadanya”.

Saat itulah, aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya hingga cintaku yang harapannya tak diterima malah membawakan suatu kebahagian yang tidak bisa aku katakan dengan kata-kata romantis seperti ibarat guitar yang menciptakan nada-nada indah.

Setelah beberapa hari KKN berjalan sesekali aku datang ke lokasi tempat si dia, Emang sih tempatnya jauh berada, namun itu tak jadi halangan buatku karena rasa rindu yang semakin tumbuh berkembang tak bisa aku tahan dengan begitu saja.

Lama kemudian KKN pun usai, dan aku sering bertemu dengannya tak sperti waktu dilokasi. Aku tak pernah mengenal pagi, siang, sore, dan bahkan malam. Aku sungguh-sungguh mencintainya namun sedihnya dalam cinta ini, kebencian selalu muncul setiap saat. Entahlah, mungkin karna cinta yang begitu besar hingga rasa curiga selalu datang dalam diri ini. “Maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa”

...................................
Pernah pada suatu hari disaat mantannya menanyakan tentang dirinya dan menanyakan tentang pacar, tapi sayangnya dirinya tak pernah jujur akan hal itu. Saat itulah, batinku terasa tertusuk dan rasa percayaku pun terhadapnya berkurang. Namun semua itu sudah aku lupakan karna sadarku dirini tak begitu sempurna.

Cinta yang aku miliki begitu indah, begitu kokoh/kuat, dan begitu tegak. Akan tetapi cintaku ternoda hingga kebiasaanku yang buruk kubawa dalam dirinya. Salah satunya adalah memberikan kata-kata kotor yang seharusnya tak terjadi pada dirinya. Kadang aku sadar akan hal itu, namun kesadaranku hanya memiliki batas yang tak menentu. Hingga aku “BINGUNG” dan berpikir bahwa Kebodohanku kujadikan jadi atas dalam cinta ini dan Kecerdasanku ku jadikan jadi bawah dalam kasih sayang ini sungguh malangnya cinta ini.

Tergores ketika malam yang gelap ku dengar kata-kata perintah yang menyakitkan hati hingga tertulislah sebuah cerita singkat meskipun tak begitu sedap. Kau seseorang yang pertama membuatku menulis. karna tanpa dirimu, cerita ini tak akan pernah terjadi. Thanks buat semuanya, aku sayang akan dirimu dan aku do’akan semoga goresan dari cerita ini bisa membuat hatimu senang.



Profil Penulis :
Den Mas
Alamat : Dasan Tumbu, Desa Tumbuh Mulia
Mahasiswa STMIK NW Anjani Lombok Timur


BACA JUGA :
Sampaikan Sebelum Terlambat
Anak Rimba yang Malang

Artikel Terkait

Cerpen 4038378713182939750

Post a Comment

emo-but-icon

item