Ia Sedang Jatuh Cinta

"Ia Sedang Jatuh Cinta"

Pagi itu matahari mulai menerobos lubang jendela, menjilat meja-meja dan perabot kantor di dalamnya. Anak-anak  terdengar membaca doa di dalam kelas. Bapak guru sudah mulai masuk ruangan untuk menyampaikan jam pelajaran pertama.

“Baiklah anak-anak, pagi ini kita akan melanjutkan pelajaran kita. Masih ingatkah kalian tentang pelajaran kemarin?” Tanya Pak Kahar yang tersenyum ramah di depan kelas.

“Masih ingat Pak guru.” Teriak beberapa orang siswa dari belakang.

Pelajaran pun dimulai. Interaksi antar guru dengan murid-muridnya mulai hangat.  Terdengar hingga di atas kantor.

Tapi ada yang aneh di kamar sebelah. Anak terdengar menjerit-jerit. Ada apa gerangan yang terjadi di sana?

“Cepat turun. Mungkin ada yang kelahi.” Suara Pak kepala sekolah dari kamar sebelah.

Suara sepatu beradu dengan lantai terdengar berderak menuruni anak tangga.. Ia melesat begitu cepat. Tak lama kemudian sepasang kaki dengan sepatu kulit tadi kembali dengan derap yang terdengar lebih keras. Kini ia memasuki ruang kepala sekolah.

“Ada anak yang kesurupan.”

“Atas nama siapa?”

“Siti Julia.”

Sudah satu minggu ini memang terjadi keanehan di madrasah. Tidak ada yang tau penyebabnya.Secara tiba-tiba banyak siswi yang kesurupan. Tiga sampai lima orang siswi yang kesurupan setiap hari. Semuanya di bawa lari ke ruang UKM.

Menurut salah seorang siswi bahwa hal itu terjadi semenjak kegiatan perkemahan beberapa minggu lalu. Konon ada salah seorang siswi yang dipanggil orang laki-laki yang tak dikenal. Laki-laki itu mirip salah seorang anggota pramuka. Namun siswi itu tidak mau mendekati laki-laki itu. Lalu laki-laki yang tak dikenal itu lenyap begitu saja di antara kerumunan para  anggota pramuka yang lainnya.

Ketika malam-malamnya laki-laki asing tadi kembali menghampiri siswi yang beranama Lely itu. Laki-laki itu melambaikan tanggannya. Siswi itu gemetaran, tiba-tiba bulu kuduknya berdiri tatkala melihat laki-laki yang memanggilnya itu.

“Siapa laki-laki itu sebenarnya?” Katanya di dalam hati.

Malam berikutnya kembali laki-laki itu datang. Seperti biasa ia melambaikan tangannya kepada Lely. Lely pun terkejut tatkala menolehkan pandangannya ke belakang. Ia melihat laki-laki itu dari jarak 50 meter. kemudian Lely bertanya pada teman-teman lainnya.

“Kamu lihat laki-laki itu nggak?”

“Yang mana?”

“Itu di belakang kita.”

“Mana nggak ada, semuanya perempuan kok.”

Kemudian Lely menoleh ke belakang. Matanya liar memeriksa keadaan setempat. Sudut-sudut yang gelap tidak lepas dari sorot matanya. Benar memang tidak ada siapa-siapa kecuali teman –teman anggota pramuka yang sedang asyik bercegkrama dengan rekan pramuka yang lain.

“Aku melihat laki-laki itu tadi Wik, mungkin kamu pernah melihatnya juga. Laki-laki itu rambutnya lurus, matanya tajam dan agak besar, kemudian kulitnya putih, dan wajahnya agak lonjong. Tampan sih kelihatannya. Tapi terus terang kau nggak pernah melihat laki-laki sebelumnya.

“Mungkin saja ia pelatih di regu sekolah lainnya.”

“Mungkin sih, tapi kok dia tiba-tiba mengenal aku dan memanggil-memanggil nama aku. Aku jadi takut Wik.”

“Sudahlah jangan dipikirkan. Nanti bilang padaku kalau dia datang lagi. Biar ku kasih pelajaran. Sok kenal banget sih laki-laki itu.”

Setelah tiga hari acara perkemahan itu berlangsung. Tiba saatnya malam terakhir. Acara pada malam terkahir itu dikemas lebih meriaha oleh panitia. Pada malam terakhir itu Lely sudah tidak melihat laki-laki aneh itu datang. laki-laki itu hilang bagai di telan bumi. Namun saat tengah malam, ketika Lely tertidur lelap, laki-laki aneh itu datang di dalam mimpi Lely. Sama halnya di alam nyata, laki-laki itu memanggil-manggil Lely dengan melambaikan tangannya. Namun laki-laki  itu tidak bersuara. Laki-laki itu semakin mendekat. Namun Lely berusaha menghindar. Laki-laki itu semakin mendekat. Lalu Lely berteriak. Hingga teriakannya muncul di alam nyata. Teman-teman Lely yang tidur di dekatnya terkejut kemudian membangunkannya. Saat Lely terbangun Lely masih seperti  melihat laki-laki itu terus memanggilnya. Lalu Lely semakin histeris. Tengah gulita di bawah bumi perkemahan itu menjadi heboh. Semua anggota pramuka lainnya terbangun dan berlari mendekati tenda regunya Lely.

Keadaan Lely tak bisa diatasi dengan bantuan para medis yang hadir di tempat itu. lalu Pak Kahar yang saat itu sebagai pembina pramuka dengan sigap menelpon salah satu temannya untuk meminta bantuan. Tak lama kemdian seorang berpeci hitam datang. Orang berpeci itu berusaha mengatasi masalah yang terjadi. Lama setelah itu barulah Lely tersadar. Tubuhnya lemas, dan sorot matanya sayu. Lely pun lelap sejenak hingga menjelang pagi.

Sejak kejadian yang menimpa Lely itu maka sering terjadi keanehan-keanehan di madrasah tempat saya mengajar. Setiap hari pasti ada yang bereriak-teriak di dalam kelas.  Lalu mereka beruntun sampai dua – tiga orang yang mengalami kejadian yang sama. Sementara kami selaku dewan guru pusing bagaimana mengatasi masalah itu. beberapa orang pintar kami datangkan untuk membantu mengatasinya namun tetap tidak bisa. Kekhawatiran kami semakin menjadi-jadi. Sebab, sangat berdampak pada ketenteraman KBM. Banyak pula siswi yang takur masuk kelas. Terutama kelas IX A. Sampai-sampai  kami menukar ruang kelas mereka. anak-anak kelas IX A kami pindah ke ruang IX C, dan anak-anak IX C untuk sementara di kelas IX A . Namun tetap saja anak kelas IX A menjadi incaran mahluk gaib itu.

Lalu pada kesempatan berikutnya kami mengundang seorang alim untuk mengatasi masalah itu.  Menurut orang alim tersebut memang sekolah kami sedang diganggu oleh mahluk halus. Mahluk halus itu senang dengan anak-anak kelas IX A. Kebetulan anak-anak kelas IX A semuanya perempuan. Konon mahluk halus itu sedang jatuh hati pada salah satu siswa, namun sebagai dampaknya, semua siswa ikut kesurupan.


September 2015

Sumber : abduhsempana.blogspot.com
BACA JUGA :
Si Melong dan Si Mancung
Antara Cinta dan Benci
Sahabat Terbaik 
JIPALATI Sahabat Sejati

Artikel Terkait

Cerpen 703598634883774827

Post a Comment

emo-but-icon

item