HATI-HATI! Tiga dari Empat Penyakit Berikut Ini Tidak Bisa Disembuhkan, Penyakit Apakah Itu?

Inilah Tiga dari Empat  Penyakit yang Tidak Bisa Disembuhkan

Berkata Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali dalam nasihatnya kepada murid-muridnya, bahwa penyakit kebodohan itu ada empat macam, yang satu bisa diobati dan sisanya tidak bisa. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan adalah:

1.  Orang yang bertanya, lalu mengajukan pertanyaan karena dengki dan marah. Semakin pertanyaannya dijawab dengan baik, fasih dan jelas, semakin bertambah pula kemarahan, permusuhan, dan kedengkiannya. Cara mengatasinya adalah tidak usah meladeninya. Ada pepatah mengatakan:

Segala permusuhan bisa dilerai,
Kecuali permusuhan sebab iri-dengki

Untuk itu, jauhi orang seperti itu, dan tinggalkan dia bersama kebodohannya.

Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Maka berpalinglah (wahai Muhammad) dari orang-orang yang berpaling dari peringatan kami, dan tidak menginginkan kecuali kehidupan duniawi.” ( Q.S. An-Najm: 29)

Orang yang ucapan dan tindakannya dikendalikan oleh rasa dengki di dalam hatinya hanya akan menyulut api yang membakar di ladang amalnya sendiri, sebagaimana sabda Nabi SAW:

Kedengkian hati itu bisa melumat kebaikan sebagaimana api bisa melumat kayu kering (kayu bakar).”


2.  Penyakit yang muncul karena kedunguan (ketololan). Orang seperti ini juga tidak akan mau menerima dirinya untuk diobati, sebagaimana sabda nabi Isa AS, “Aku bisa saja menghidupkan orang mati, tapi aku tidak sanggup menyembuhkan orang dungu!

Gambaran orang dungu adalah orang yang sebentar saja menuntun ilmu, sedikit belajar ilmu logika dan ilmu syariat, tetapi ia mengajukan berbagai pertanyaan kepada seorang guru besar yang benar-benar alim yang telah menghabiskan umurnya untuk mempelajari ilmu logika dan ilmu syariat. Sebab kedunguannya, ia mengira bahwa persoalannya yang dianggap sulit, juga sulit bagi bagi sang guru besar yang alim itu. oleh karena tidak sadar akan kapasitas kemampuannya, pertanyaannya pun terkesan bodoh sehingga lebih baik tidak usah dijawab.

3.  Orang yang sedang mencari petunjuk, namun setiap kali ia mendapati ucapan-ucapan yang rumit dari para pembesar (ulama), maka ucapan-ucapan itu dimasukkannya ke dalam pemahamannya yang sempit. Dia bertanya karena benar-benar ingin tahu, tetapi sebab sangat bodoh maka ia tidak mampu menangkap hakikatnya. Orang semacam ini juga tidak perlu dijawab pertanyaannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

Kami para Nabi, diperintahkan agar berbicara dengan masyarakat sesuai kadar kemampuan akal (pemahaman) mereka.”

4.  Sementara penyakit yang bisa disembuhkan adalah orang yang mencari petunjuk dan mau menggunakan akalnya, tidak diliputi atau dikuasai rasa dengki, amarah, nafsu-syahwat, serta tidak dikuasai cinta kedudukan dan harta duniawi. Dia memang sedang mencari jalan lurus. Pertanyaan dan bantahannya tidak muncul karena dengki, ingin bikin malu atau menguji-uji. Orang tipe karakter seperti ini bisa disembuhkan, dan kau boleh menyibukkan diri meladeni pertanyaan-pertanyaanya, bahkan engkau wajib menjawabnya.

Demikianlah wasiat terakhir Sang Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali, untuk murid kesayangannya, terangkum dalam buku yang berjudul “Prinsip-prinsip Menapaki Jalan Spiritual Islami.” Terjemahan dari versi aslinya : “Ayyuha al-Walad, fi Nasihah al-Muta’allimin wa Mau’idatihim Liya’lamu wa Yumayyizu ‘Ilman Nafi’an min Ghairihi.” 

Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Inilah Hukuman di Dunia Bagi Orang yang Berbuat Dosa (Maksiat)

Sumber gambar; www.lp3ui.com

Artikel Terkait

Kajian Islam 2983039361466611921

Post a Comment

emo-but-icon

item