Jangan Kecewakan Ramadhan

Empat sikap yang seyogyanya ditampilkan untuk menyambut dan mengisi Ramadhan:

Pertama, mempersiapkan diri kita, baik secara mental spiritual, maupun fisik. Karena itu bagaiamana pun juga, ibadah Ramadhan adalah ibadah yang berkaitan dengan laku lahir dan batin, laku tubuh dan hati.

Kedua, berusaha mengekang diri dari segala kecenderungan negatif. Inti puasa adalah menahan diri dari segala nasu duniawi, baik yang kecil maupun yang besar, yang berkaitan dengan nikmat badani (makan, minum, dan seks), maupun rohani (penyakit-penyakit hati).

Ketiga, memaksimalkan aktivitas malam hari bulan Ramadhan dengan ibadah-ibadah sunah, seperti salat tarawih, dan bertadarus. Ketika di siang hari, barang kali badan kita lemah sehingga kegitan ibadah yang bisa kita lakukan cuma yang wajib, yakni puasa. Nah, di malam hari, badan kita kuat, sehingga sangat kondusif untuk melakukan ibadah-ibadah sunah. Ini tentu bisa sukses kita lakukan jika stamina tubuh di malam hari tetap terjaga, bukannya malah loyo dan turun oleh sikap berlebihan saat berbuka puasa.

Keempat, melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya, sebagaimana di hari-hari di bulan lain Ramadhan. Jangan sampai karena Ramadhan, kondisi tubuh tidak sekuat di hari-hari  lain, aktivitas sehari-hari malah menurun. harus kita ingat, aktivitas apa pun yang kita lakukan, asalkan diniatkan ikhlas karena Allah, akan bernilai ibadah. Di bulan Ramadhan, semua aktivitas ibadah diganjar dengan pahal ratusan kali lipat. Jadi mengapa disia-siakan? Mengapa di siang hari hanya diisi dengan bermalas-malasan dan tidur?

dari: Sabrur R Soenardi, Republika


Artikel Terkait

Mutiara Ramadan 6224402920417114796

Post a Comment

emo-but-icon

item