Jangan Takut Kaya

Allah Maha Kaya, maka seharusnya kita juga kaya. Tapi kebanyakan dari kita lalai akan tugas-tugas kita, sampai-sampai kita takut menjadi orang yang kaya. Kemudian ada banyak alasan mengapa kita takut menjadi orang kaya, padahal kita diciptkan oleh Allah yang Maha Kaya.


Pada kesempatan ini saya akan membahas bagaimana manusia kebanyakan takut menjadi orang yang kaya. Mengapa manusia takut menjadi kaya? Ada beberap alasan mendasar yang sama-sama kita renungkan pada kesempatan ini.

Kaya, menurut bahasa yaitu hidup yang serba kecukupan (soal kebutuhan hidup, harta). Tapi di lain pihak sesungguhnya kaya itu bukan hanya soal harta saja, tapi ada di dalam dada atau hati. Selain itu juga ada bentuk-bentuk kaya yang lain yang sepatutnya dimiliki oleh setiap orang.

Secara umum kaya ada dua macam yaitu kaya di dunia, dan kaya di akhirat. Sedangkan secara khusus kaya dibagi menjadi, kaya harta, kaya tahta, kaya ilmu, kaya teman,  kaya saudara, kaya akal, kaya pikiran, kaya hati, dan kaya iman.

Dari semua bentuk kaya khusus itu masing-masing manusia kadang memiliki salah satunya saja, kadang pula memiliki sebagiannya, atau bahkan tidak memiliknya. Untuk mengetahui apakah kita memiliki atau tidak dari bentuk –bentuk kaya tersebut, marilah kita lirik beberapa penjelasan berikut.

Selama ini,  kita mungkin hanya menganggap adanya orang-orang yang takut miskin, padahal sejatinya mereka itu orang-orang yang takut kaya, mengapa? Mari kita buktikan.

Malas bekerja, itu artinya mereka takut mejadi orang yang kaya harta. Yang berarti pula bahwa mereka hanya ingin menjadi orang miskin saja.

Tidak mau menuntut ilmu. itu maknanya mereka takut menjadi orang yang kaya ilmu. Padahal kaya ilmu itu adalah kunci dari kekeyaan yang lainnya.

Malas melakukan ibadah. Itu artinya mereka takut mejadi orang yang alim atau kaya iman. Padahal kaya iman itu akan membuat kita menjadi kaya di akhirat kelak.

Jelaslah,  bahwa orang-orang takut menjadi kaya, orang-orang menghindar dari kekayaan, baik kekayaan dunia maupun kekayaan di akhirat kelak. Padahal diyakininya bahwa Allah itu Maha Kaya, tapi kita sendiri yang berpaling dari keyakinan itu. Kita katakan bahwa itu sudah nasip kita, padahal kita lah  yang seharusnya dan sebetulnya merubah nasip kita “Allah tidak merubah nasip suatu kaum sebelum kaum itu mengubah dirinya sendiri” (al-Ayah).

Mari kita renungi sejenak, betapa kita terlalu banyak berpikir negatif akan kekuasaan Allah. Kita tidak pernah bepikir tentang bagaimana hakikat kehidupan yang begitu kaya ini. Kita selalu merengek untuk diberi belas kasihan, tapi kita tidak bertindak sesuai syariat, kita tidak melaksanakan tugas-tugas kita untuk menjemput kekayaan.

Cobalah kita renungkan pula, betapa Allah telah menciptakan bumi ini untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya. Di mana di dalamnya terdapata kekayaan yang melimpah, yang turun dari langit, dan yang terkadung dalam bumi. Semua itu adalah kekayaan Allah, dan untuk manusia. Tapi kita malas bangun, malas bertindak, dan malas berpikir tentang semua itu. Jadilah kita manusia yang miskin segalanya.

Terutama sekali adalah kekayaan ilmu. Jarang sekali di antara kita yang begitu antusias menuntut ilmu, padahal kita tau diri kita miskin ilmu. Padahal, jika kita mau, kita akan kaya ilmu bila bersedia mengorbankan sedikit waktu untuk menuntutnya.

Inilah maksud dari takut kaya. Kita kerap kali menganggap diri kita miskin, padahal diri kitalah yang takut menjadi orang kaya. Apa susahnya menjadi orang kaya, tinggal bertindak saja,  jangan malu-malu, jangan ragu-ragu bekerja, lebih-lebih berdoa. Kadang ada juga di  antara kita yang malu berdoa, kenapa malu, karena mungkin kita banyak dosa, banyak dosa kok malu, Tuhan akan selalu menerima doa kita asalkan kita sungguh-sungguh dalam bertaubat. Pasti ada yang malu bertaubat juga, itu artinya dia takut menjadi orang yang taat. Naudzubillah.

Mulai sekrang jangan takut menjadi orang kaya. Hanya sekedar kaya, kita tidak perlu bingung mencarinya. Cuma kita disuruh bertindak saja. usai melaksanakan kewajiban kita, maka bersegeralah kita bertebaran di muka bumi ini. Allah pasti akan memberikan kita kekayaan, baik itu kekayaan berupa harta, ilmu, dan iman.

Demikianlah pemahaman saya mengenai “jangan takut kaya”, semoga Allah meridoi perjuangan kita semua. (Abduh)


Artikel Terkait

Opini 8660084473322827581

Post a Comment

emo-but-icon

item