Hikmah di Balik Puasa Ramadan

Telah diceritakan bahwa Benq seorang kebangsaan Hungaria adalah sosok kakek usia lanjut yang masih menikmati kesehatan yang prima setelah melewati usia seratus tahun. Ia membuka rahasia:

Dahulu aku berpuasa pada waktu-waktu tertentu di setiap tahun, sehingga aku dapat menjauhkan diri dari bahaya penyakit dan kelesuan di masa tua.”

Lalu seorang kakek tua renta lain yaitu Michaelangelo, pernah ditanya rahasia di balik kesehatannya yang prima dan energik ketika menginjak usia di atas enam puluh tahun. Ia berkata:

"Aku ini hanya tekun menjaga kesehatan, energi, dan vitalitasku pada usia tiga puluh sampai lima puluh tahun sampai akhirnya aku membiasakan diri berpuasa dari waktu ke waktu. Dalam setiap tahun aku berpuasa selama sebulan; dalam setiap bulan aku berpuasa selama seminggu; dalam seminggu aku berpuasa sehari, dan dalam sehari aku hanya makan dua kali, tidak tiga kali seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Selama berpuasa aku hanya mengkonsumsi air. Terkadang aku hanya mengkonsumsi ekstrak buah-buahan atau sesendok teh madu lebah asli ketika aku merasa tidak lagi sanggup meneruskan akrivitas dan menunaikan kewajiban sehari-hari.

Demikianlah sederet fakta yang membuktikan bahwa puasa memiliki hikmah yang sangat luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia. Lalu bagaimana dengan hikmah di balik puasa Ramadan?

Hikmah di balik puasa Ramadan sesungguhnya hanya diketahui oleh Allah adalah:

Pertama, terbentuknya pribadi yang muttaqin, pribadi yang mempunyi integritas tinggi. Allah berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

Kedua, orang yang berpuasa akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat serta keharuman di mata Allah.

Ketiga, orang yang berpuasa memiliki pintu di surga yang tidak akan dimasuki oleh orang yang tidak berpuasa. Ini  sebagai penghormatan dan sekaligus keistimewaan yang akan diperoleh orang yang puasa di akhirat kelak. Sabda Nabi SAW, “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat satu pintu yang disebut ‘al-Rayyan’. Orang yang berpuasa dapat masuk (surga) dari pintu ini pada hari kiamat. Ada seruan ‘Di mana orang-orang berpuasa?’. Orang-orang berpuasa lalu berdiri. Selain mereka, tidak ada seorang pun yang masuk (surga) melewati pintu ini. Jika orang-orang berpuasa ini telah masuk, pintu ini ditutup, sehingga tidak ada seorang pun yang masuk melewati pintu ini.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Keempat, doa orang yang berpuasa tidak ditolak. Karena itu, perbanyaklah berdoa pada saat berpuasa. Mengapa doa orang berpuasa dikabulkan? Ini tidak lain karena pada saat berpuasa seseorang dalam keadaan bersih dan suci secara batin sehingga mudah terhubung dengan Allah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga kelompok orang yang doanya tidak ditolak, yaitu: orang-orang yang berpuasa ketika mereka berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi. Allah mengangkat doa-doa mereka itu di atas awan dan dibukakanlah pintu langit untuk doa ini. Tuhan berfirman, ‘Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walau sampai kapan pun.

Kelima, Allah memberikan ampunan kepada orang yang berpuasa atas dosa yang telah lewat. Pengampunan dosa berarti peringanan beban. Orang yang sedikit dosa, secara psikologis, beban hidupnya di dunia sedikit pula karena ia tidak merasa bersalah kepada siapa pun. Terlebih ketika di akhirat. Sementara orang yang berdosa akan menanggung beban dosa yang pedih.

Keenam, puasa sebagai penawar bagi para pemuda yang belum mampu menikah. Bagi orang yang belum mempunyai bekal untuk melangsungkan pernikahan sedang nafsu seksualitasnya menuntut untuk itu, maka salah satu jalan keluarga adalah dengan berpuasa.


Artikel Terkait

Mutiara Ramadan 7132509622358200224

Post a Comment

emo-but-icon

item