Sebab-Sebab Tertutupnya Rizki

Hakikat Rizki

Rizki adalah sesuatu yang sifatnya rahasia, sama kerahasiaanya dengan maut dan jodoh.

Kita tidak pernah tau kapan kita harus mendapatkan rizki yang melimpah atau sebaliknya. Dan kita pun tidak pernah bisa memutuskan untuk memperoleh rizki yang kita inginkan.

Rizki manusia sudah diatur oleh Allah SWT. Tetapi, bukan berarti tinggal menunggu jatah rizki saja dari-Nya. Bahkan, kita tidak akan mendapatkan jatah apa pun bila tidak menuntunya sama sekali.

Lalu, apa yang kita lakukan? Yang kita lakukan tentu saja adalah bekerja. Bekerja dengan sekuat tenaga dan pikiran. Itu pun masih belum tentu dikasi rizki sesuai yang diinginkan. Maka, doalah sebagai pelengkapnya. Apakah itu sudah cukup?

Sekuat apa pun kita bekerja, sekhusuk apa pun kita berdoa, jika Allah belum menghendaki menurunkan rizki, maka kita belum bisa menerimanya.

Di sini lah kita perlu mengoreksi diri, berinterosfeksi, berkaca diri, apakah hal yang selama ini dikerjakan adalah benar dan sesuai dengan tuntutan syara’.

Karena kadangkala kita tidak menyadari hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari ternyata bisa menjadi mudarat buat kita, dan kadang juga bisa menghalangi turunnya rizki.

Dan sesungguhnya, itu semua karena kelalaian kita sendiri terutama dalam menuntut ilmu. Padahal dengan banyak ilmu, perkara di dunia ini sangatlah mudah untuk dijalani, apalagi soal rizki.

Tidak salah jika Rasulullah SAW menyuruh umatnya untuk menuntut ilmu dari sejak kecil hingga ke liang lahat, atau menuntut ilmu sampai ke negeri Cina.  Hal itu disyariatkan tidak lain agar manusia bisa menjalankan hidupnya dengan benar dan mudah tentunya.


Sebab-Sebab Tertutupnya Rizki

Hal-hal berikut ini merupakan hal sepele namun dapat menyebabkan terhambat atau menolak rizki:
  • perkataan dusta,
  • tidur di waktu subuh,
  • terlalu banyak tidur,
  • tidur telanjang,
  • kencing telanjang,
  • makan dalam keadaan junub,
  • makan sambil tiduran,
  • membiarkan sisa-sisa makanan berserakan,
  • membakar kulit bawang merah atau bawang putih,
  • menyapu lantai dengan kain,
  • menyapu diwaktu malam hari,
  • duduk di beranda pintu,
  • bersandar pada kaki gawang pintu,
  • menjahit pakaian yang sedang dipakai,
  • membiarkan wadah tanpa ditutup,
  • menusuk gigi dengan benda kasar,
  • membiarkan sarang laba-laba dirumah,
  • berwudhu ditempat kloset (berak),
  • menulis dengan pena rusak,
  • menyisir rambut dengan sisir rusak,
  • memakai surban sambil duduk,
  • memakai celana sambil berdiri,
  • sifat kikir,
  • berlebih-lebihan,
  • boros,
  • suka menunda pekerjaan dan meremehkan urusan.
Jika semua syarat mendapatkan rizki sudah lengkap, mulai dari berkerja, berdoa, lalu menghindari penyebab tertutupnya rizki, tapi Allah belum juga memberikan rizki. Lantas apa lagi yang bisa dikukan?

Tenang, masih ada jalan keluarnya.

Pada tahapan ini, tidak sedikit orang yang berputus asa, ada juga yang sampai meregang nyawa dengan minum racun serangga. Naudzubillahimindzalik.

Ini merupakan hal yang paling penting dalam hidup. Hakikat rizki ada pada tataran ini.

Lalu, hal terakhir yang bisa dilakukan oleh manusia adalah bertawakkal, yakni berserah diri kepada Allah, menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya. Soal rizki, soal hidup adalah urusan-Nya. Di sinilah letak nikmatnya sebuah iman. Dan sesungguhnya dalam kondisi ini kita telah menyadari bahwa selama ini kita telah mendapatkan rizki yang paling besar, yakni rezki hidup.

Dengan bertawakkal bukan berarti berhenti bekerja, namun justru kualitas pekerjaan di tingkatkan lagi, dan kuantitasnya ditambah pula. Dengan begitu, InsyaAllah akan mendapatkan apa yang diinginkan berupa rizki yang halal lagi berkah.

---------------------
Oleh: Lahmuddin
Editor: Abduh

Artikel Terkait

Tips 2222645269566198226

Post a Comment

emo-but-icon

item