Kebenaran dan Kebaikan itu Datangnya dari Tuhan, Sedangkan Keburukan dan Kesalahan Itu dari Sendiri


Kebenaran dan Kebaikan itu Datangnya dari Tuhan, Sedangkan Kebururukan dan Kesalahan Itu dari Sendiri

“Kita memang manusia yang lemah, tapi bukan berarti kita tidak mampu berubah menjadi lebih baik”, Kata Al-Magfurullah Maulanasyeik TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Kita berhak menjadi orang yang baik. Walau bagaimana pun kesalahan yang kita perbuat, asalkan kita mau merubah diri, mau kembali ke jalan yang benar. Karena memang, itulah yang seharusnya kita lakukan.

Tidak satu pun orang yang tidak memiliki kesalahan di muka bumi ini. kecuali hnya satu, Nabi Muhammad SAW, yang telah diberikan keistimewaan sebagai manusia tanpa dosa. Itu pun secara pribadi Rasulullah telah melakukan pertaubatan beribu-ribu, karena beliau masih merasa tida pantas ditempatkan sebagai manusia sempurna, karena mengingat umatnya yang masih belum banyak berbuat pertobatan.

Kita adalah umat nabi Muhammad SAW, yang akan mendapatkan syafaatnua diakhirat kelak, dengan syarat mengikuti jejaknya, banyak membaca salawat atasnya, kemudian bertaqwa. Dan jaminnannya tentu adalah sorga oleh Allah SWT.

Tapi banyak di antara kita yang mengbaikan semua itu, karena itu tadi, kita masih menganggap diri kita sebagai manusia yang terlalu lemah. Dalam hal ini kita salah jika anggapan  kita terlalu jauh menjorok ke dalam, artinya, seakan-akan kita ini terlalu terpojokkan. Padalah kita masih kesempatan yang lebar selebarnya untuk bisa melakukan taubat. Segeralah untuk mengangkat tangan, berdoa kepada Allah SWT, Dia pasti mendengar apa yang kita ucapkan, dengan bahasa kita sendiri, tidak perlu menggunakan bahasa-bahasa yang kita tidak mengerti. Merendahlah di sisi Allah. Bukankah dia lebih dekat dari urat leher kita?

Di saat kita melakukan maksiat, kita selalu lupa Tuhan itu dekat dengan kita. Entah mengapa tidak ada rasa takut di hati kita. itulah lemahnya kita memang. Kita butuh pembelajaran tentang  agama  yang lebih dalam.

Mari, kita tambah terus pengetahuan, dengan banyak belajar pada orang-orang yang benar memiliki komptensi ilmu agama. Perlunya memilih guru juga amat penting dalam rangka kelangsungan hidup dan mati kita.

Artikel Terkait

Opini 5089011252551458112

Post a Comment

emo-but-icon

item