Mengapa Pendapatan Adsense Tidak Kunjung Meningkat? Inilah Kesalahan yang Saya Lakukan


Mengapa Pendapatan Adsense Tidak Kunjung Meningkat? Inilah Kesalahan yang Saya LakukanSetiap kali saya membaca postingan tentang perjalanan para publisher Adsense di internet, saya selalu merasa heran, bahkan terkadang iri. Karena ternyata, belum ada yang seburuk atau sepayah yang saya jalani. Mengapa begitu? Karena rata-rata mereka bisa PO (payout) dalam hitunggan beberapa bulan saja pasca diterima oleh Adsense. Ada yang enam bulan saja sudah mendapat gaji dari Google, ada yang tiga bulan, bahkan baru-baru ini ada yang cuma dua bulanan sudah bisa PO. Apa ya, rahasianya? [garuk kepala]

Saya pun bertanya dalam hati. Mengapa saya belum bisa seperti mereka. Padahal apa yang telah saya lakukan menurut saya, sudah tidak lebih dan tidak kurang dari apa yang mereka lakukan. [mikiiiiir]

Pernah saya membaca perjalanan publisher Adsense dari Sulawesi. Ia juga termasuk cukup parah menurut dirinya sendiri. Menyedihkan memang cerita yang ia tulis. Ia baru bisa berhasil PO saat usia Adsense sudah mencapai 14 bulan. Dan ketika saya membaca artikelnya tersebut ia sudah PO 4 kali. Wah, itu kan sudah cukup berhasil dibandingkan saya. Adsense saya sudah 14 bulan juga kok. Dan saya cuma mendapatkan $10. Verifikasi PIN juga blon. Hadewhh...

Tahukah kalian ketika itu artikel di blog saya sudah mencapai 209 judul. Dan statistik pengunjung mencapai 500 di posisi puncaknya. Bahkan bisa mencapai 1 k  atau lebih. Tentu itu masih jauh dari harapan. Karena saya melihat PV para blogger yang lain bisa mencapai 10 K keatas. Pantaslah mereka bisa PO setiap bulan. Itu artinya, saya harus bisa menambah artikel sekitar 5 kali lipat dari yang sudah ada. [ternyata tidak gampang, ya!]

Lalu kesalahan-kesalahan apa saja yang saya lakukan selama ini sehingga membuat blog saya payah sekali pendapatan Adsensenya? Saya kembali merenung. Tenyata ketemu sendiri jawaban. Dan ini adalah sebuah kejujuran yang ingin saya bagikan kepada Saudara-saudara. Sehingga Saudara-saudara jangan sekali-kali mengikuti jejak saya yang pemalas ini.

Tidak Konsisten Memosting Artikel
Jujur, selama ini saya tidak pernah memosting artikel dengan kontinyu, melainkan hanya memosting tatkala ada mud, tatkala ada waktu luang. Intinya saya memosting seenaknya saja, atau bahasa jawanya mungkin seenake dewe. Jadi, imbasnya adalah traffik blog stagnan. Akhirnya blog saya tidak bisa berkembang dengan baik.

Tidak Memperhatikan Kata Kunci
Kesalahan yang saya lakukan juga adalah soal kata kunci. Kata para mastah bahwa kalau ingin artikel maksimal di search engine perhatikan juga kata kuci. Artinya, jangan remehkan kata kunci. Tapi saya malah tidak mengindahkan pesan dari para suhu itu. Jadi, kalau membuat judul postingan, saya ngelantur aja, tidak melihat ke kiri dan ke kanan. Akhirnya, postingan saya pun jadi keraknya di mesin pencari.

Terlalu Banyak Topik Pembahasan Namun Minim Postingan
Kalau ibarat sebuah pasar nih, mungkin orang akan senang kalau aneka dagangan lengkap di situ. Apa pun yang dicari oleh pembeli selalu ada di pasar tersebut. Kemudian stock barangnya juga melimpah. Setiap pengunjung yang datang pasti kebagian barang yang akan dibeli. Keadaan pasar yang demikian tentu akan membuat pembeli semakin ramai berdatangan. Itu adalah contoh pasar yang besar di suatu kota semisal pasar blok M katakanlah begitu.

Tapi di pihak lain, ada  sebuah pasar yang sepi pembeli. Orang yang datang cuma satu dua orang. Begitu mereka melihat stand di pasar itu, mereka tidak langsung membeli atau menawar sekali pun. Mereka malah beranjak pergi. Di dalam hati lantas bertanya, ada apa dengan para calon pembeli tersebut?. Setelah diselidiki ternyata barang-barang yang mereka cari tidak ada di situ. Padahal yang mereka kunjungi itu adalah pasar. Seharusnya pasar menyediakan banyak menu dagangan. Jadi pendek kata, para calon pembeli itu kelihatan ada raut kekesalan di wajah mereka.

Dalam sebuah blog atau website, jika topik pembahasannya banyak, namun sebanding dengan artikelnya yang melimpah, itu tidak akan jadi masalah. Ibaratnya pasar yang pertama tadi.  Tapi kalau topik pembahasannya banyak, artikel sedikit, tentu saja akan membuat visitor tidak akan puas, barangkali malah lari dan beralih ke blog orang yang lebih bagus.

Kesalahan inilah yang saya perbuat. Saya membuat blog yang telalu banyak pembahasan. Padahal kemampuan saya untuk membuat artikel hanya setai kuku. Dalam satu hari pun kadang saya tidak mampu membuat satu artikel. Bagaimana bisa blog dikunjungi orang-orang.

Tidak Fokus Satu Niche
Ini lanjutan dari kesalahan terlalu banyaknya topik pembahasan. Saya terlalu berambisi membuat pasar yang besar atau toko yang besar, padahal kemampuan saya untuk menyediakan barang dagangan cuma satu macam. Bukankah itu namanya lebih besar pasak dari tiang?

Padahal jika saya mau mengikuti saran para mastah, bahwa jika ingin blog berhasil menarik perhatian pengunjung, buatlah blog dengan satu niche. Pilihlah niche yang paling banyak dicari pengunjung. Atau jika tidak mampu, buatlah blog yang berniche unik. Kemudian fokuslah untuk membangun blog dengan niche yang khusus sesuai dengan hobi dan kemampuan.

Inilah kesalahan besar saya. Kembali saya katakan bahwa saya terlalu berambisi untuk membangun blog yang menyediakan aneka postingan. Bila perlu mengalahkan blog detik sekalian.

Cuma itu dulu yang bisa saya ceritakan tentang kesalahan blogging saya selama ini. Padahal masih banyak kesalahan-kesalahan yang turut andil memperburuk keadaan di blog saya ini. Tapi, semoga bisa menjadi pelajaran buat saya ke depan, juga buat sahabat yang seirama dengan hobi saya ini.

Artikel Terkait

Cerita Blogger 7276679635650836632

Post a Comment

emo-but-icon

item