Menikmati Indahnya Sembalun, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok


Menikmati Indahnya Sembalun, Surga Tersembunyi di Pulau Lombok | Sembalun merupakan sebuah desa di Kabupaten Lombok Timur yang jaraknya kira-kira 45 km dari kota Selong (Kota Kab. Lombok Timur). Menurut beberapa referensi, desa-desa yang ada di Kecamatan Sembalum memiliki ketinggian yang bervariasi antara 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Membuat kawasan tersebut menjadi surga yang tersembunyi di Pulau Lombok.

Lembah Sembalun sendiri pernah terpilih sebagai Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan Muslim Terbaik pada ajang World Halal Tourism Award (WHTA) di Abu Dhabi awal Desember 2016 (disbudpar.ntbprov.go.id). Sehingga kawasan ini menjadi incaran para wisatawan, baik itu wisatawan lokal maupun luar negeri.

Apalagi setelah diresmikannya Bandara Internasional Lombok (BIL). Membuat akses ke pulau Lombok semakin mudah dan cepat. Jika Anda dari luar daerah, Anda tinggal memesan tiket secara online misalnya di tiket.com, Anda sudah bisa menikmati keindahan pulau Lombok dalam waktu yang sangat singkat.

Nah, ngomong-ngomong soal Sembalun nih, karena penasaran, beberapa waktu lalu saya dan teman-teman pun mencoba datang ke sana untuk membuktikan seperti apa view-nya. Meskipun saya asli orang Lombok, namun baru kali ini datang ke sana. Sungguh di luar dugaan. Ternyata sesampai di sana, seperti tidak percaya kalau Pulau Lombok seindah itu.

Kami berangkat dari rumah (Kec. Suralaga) sekitar pukul 09.00. Dan tiba di Sembalun sekitar pukul 10.00. kami sempat beberapa kali berhenti di tengah jalan untuk menunggu teman-teman sembari mendinginkan sepeda motor.

Jalan yang cukup menanjak menjadi tantangan tersendiri buat kami. Semakin menanjak semakin menantang. Tapi jalannya lumayan bagus. Sudah dihotmix semua oleh Pemkab Lombok Timur. Sehingga kendaraan kami bisa meluncur dengan mulus. Tapi kalau menggunakan kendaraan butut jangan coba-coba deh. Karena banyak kendaraan yang kami lihat batuk-batuk dan tidak bisa sampai ke puncak.

(Dok. Pribadi: Keadaan Jalan 1.200 mdpl) 

Perjalanan menjadi mengasikkan karena disuguhi pemandangan yang eksotik. Hutan di sepanjang jalan cukup lebat sehingga udara sangat sejuk dan dingin. Pegunungan yang membentang menjulang tinggi dan puncaknya menyentuh kabut-kabut putih di angkasa. Perjalanan  yang ekstrim itu pun terasa tidak melelahkan karena pemandangan yang indah itu.

Kami pun tiba di puncak dengan selamat.  Tempat itu merupakan posisi yang paling tinggi untuk berkendaraan. Sebab jalan berikutnya sudah mulai menurun. Kami berhenti sejenak di ketinggian 1.200 meter itu. Kami mencoba memanjat pegunungan untuk mencoba menggambil gambar yang bagus. Dan ternyata sangat indah. Kami melihat perkampungan Sembalun, dan juga deretan gunung-gunung yang melingkar di kawasan itu.

(Dok Pribadi: Keadaan di atas bukit)

Setelah puas menikmati keindahan di puncak tadi selanjutnya kami akan melanjutkan perjalan ke Gunung Solong. Namun sebelum melanjutkan perjalanan kami singgah dulu di kebun strawberry. Karena tak lengkap rasanya bila tidak memetik sendiri buah straberry. Harga karcis masuk ke areal sawah stawberry cuma Rp. 5.000. Kami bisa memakan buah strawberry sepuasnya di dalam. Kami juga memetik untuk oleh-oleh dengan harga Rp. 50.000 perkilogram.

(Dok. Pribadi: Menikmati Buah Strawberry)

Hingga waktu Dzuhur pun tiba. Perut kami meminta untuk segera diisi. Sepertinya buah strawberry tidak membuat kenyang. Kami segera mencari warung nasi di Sembalun Bumbung. Ternyata tidak susah mencari warung atau pun kedai di sana. Lalu kami memilih masuk di sebuah warung soto dan bakso. Setelah kenyang kami segera ke masjid untuk melaksanakan salat zuhur. Baru setah itu kami lanjutkan perjalanan.

Giliran kami mendaki gunung Solong. Di atas kami melihat memandangan yang sangat menarik. Bentangan persawahan, perumahan penduduk, tumpukan pegunungan. kami juga melihat rumah adat Sembalun yang berjejer rapi. Semuanya bagaikan surga yang sayang untukk dilewatkan. meskipun matahari cukup terik namun tidak menyurutkan niat kami untuk mendaki ketinggian yang lebih tinggi. Semakin tinggi semakin luas jangkauan pengelihatan dan semakin eksotik pemandangannya.

(Dok. Pribadi: Pemandangan dari Gunung Solong)

Setelah puas berfotoria di ketinggian Gunung Solong kami pun segera turun. Hari sudah mulai sore. Kami pun berangkat pulang saat waktu menunjukkan pukul 16.00. Kembali kami melintasi jalan yang berliku menanjak dan menurun. Akibat cuaca yang dingin membuat kami berhenti di tengah jalan untuk menikmati secangkir kopi. Setelah tubuh terasa lebih hangat, dan pengelihatan lebih fres kemudian kami meluncur ke bawah untuk melanjutkan perjalanan  pulang. Hingga sampai di rumah waktu sudah menunjukkan pukul 05.30. Alhamdulillah perjalan kami aman dan lancar. Saatnya membagi oleh-oleh stawberry untuk keluarg di rumah.

Demikianlah kisah perjalan kami ke Sembalun Lombok. Semoga bisa menjadi referensi buat Sobat yang ingin ke Sembalun. Pokoknya Sobat tidak akan rugi bila datang ke Sembalun. Kita akan merasa puas dengan pemandangan yang menakjubkan. Sebagai pelengkap kisah ini saya akan memberikan beberapa tips untuk Sobat yang ingin ke Sembalun.

  • Pastikan Anda dan kendaraan yang akan Anda pakai dalam keadaan/kondisi yang sehat.
  • Bawalah jaket sebab jalan yang akan Anda lalui adalah hutan lebat yang suhunya cukup dingin.
  • Berkendaralah dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi.
  • Jika Anda menggunakan sepeda motor jangan sampai lebih dari dua orang. Begitu pula dengan kendaraan roda empat, jangan sampai jumlah penumpang melewati batas kemampuannya.
  • Jangan mencorat-coret fasilitas umum yang ada di kawasan tersebut.

Artikel Terkait

Review 905088447546790919

Post a Comment

emo-but-icon

item