Cara Mengahapus Tulisan Yang Salah Pada Saat Menulis Ijazah

menulis ijazah

Tidak semua pekerjaan yang dapat kita selesaikan dengan sempurna. Namun setiap masalah dalam pekerjaan pasti ada jalan keluarnya. Contohnya pekerjaan menulis ijazah.

Pekerjaan menulis ijazah memang tergolong ringan, namun bukan berarti tidak memiliki risiko. Justru risikonya cukup berat. Bahkan, risiko mernulis ijazah lebih berat dari pekerjaan yang lain. Mengapa demikian?

Menulis ijazah membutuhkan ketelatelan, konsentrasi, teliti, dan ekstra hati-hati. Memang secara zahir kelihatan enteng, seperti bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi, ternyata tidak demikian. Menulis ijazah adalah pekejaan seniman intelektual tingkat tinggi.

Sebegitu beratkah menulis ijazah? Di sini saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya ketika menulis ijazah.

Ketika pertama kali menulis ijazah saya agak ragu-ragu, sebab merupakan pekerjaan yang baru bagi saya. Saya pun mencoba melihat beberapa ijazah yang ditulis oleh orang sebagai panduan. Sekilas saya perhatikan terutama dari segi bentuk tulisan saya anggap tidaklah terlalu sulit untuk meniru seperti itu. Maka, mulailah saya menulis. Modal saya ketika itu cuma satu yakni percaya diri, karena kebetulan tulisan saya juga banyak yang memuji. Jadi singkatnya saya tidak terlalu khawatir kalau soal bentuk tulisan.

Satu lembar, dua lembar , tiga lembar saya selesaikan tanpa hambatan. Dan ternyata hasilnya cukup lumayan. Nah setelah blangko ke berikutnya, huh! plak! Nafas ini tiba-tiba seperti mau copot. Jantung berdebar. Sedang telapak tangan saya basah oleh keringat. Apa yang terjadi?

Ternyata saya salah menulis pada tempat dan tanggal lahir. Di kolom tempat dan tanggal lahir saya menulis nama orangtua wali.

Keringat dingin pun sampai membasahi kerah baju. Apa yang harus saya lakukan sekarang? Menghapus? Saya rasa tidak mungkin karena pena yang saya pakai adalah boxi 05 yang super melekat. Tetapi mau tidak mau akhirnya saya coba menghapusnya dengan pelan-pelan. Hasilnya tetap tidak bisa terhapus.

Saya tarik napas dalam-dalam, sambil mengeluarkannya lewat mulut pelan-pelan. Tiada pilihan lain kecuali mencoba kembali untuk menghapus. Akhirnya setelah beberapa lama saya gosok secara pelan-pelan, maka warna hitam pekatnya pun agak berkurang. Tetapi tetap saja tidak bisa hilang. Kemudian polpen saya letakkan pada tempatnya dan blangko ijazah dirapikan. Saya istirahat sejenak, keluar menghirup udara segar untuk menghilangkan kepanikan.

Itu risiko pertama saya menulis ijazah. Memang benar seperti apa yang dikatakan oleh salah satu teman saya yang juga suka menulis ijazah. Bahwa risiko menulis ijazah itu selalu ada, dan kita harus siap dengan risiko itu. Dia juga memberitahukan saya tentang bagaimana mengatasi kecelakaan menulis ijazah. Salah satu caranya yaitu dengan menguliti tulisan yang salah dengan silet. Dan yang kedua  dengan cara menghapus tulisan sampai terkelupas. Tanpa blangko terkelupas maka tulisan yang menempel tidak akan pernah hilang, begitu menurut beliau.

Wah, repot juga ya. Tetapi walau bagaimana pun, tetap akan saya coba.

Pertama kali saya coba dengan trik yang kedua yakni dengan menggunakan penghapus. Mulailah saya menghapus sampai keluar keringat karena menekannya begitu kuat. Setelah beberapa saat lamanya tenyata memang benar, terkelupas. Maka yang menjadi masalah sekarang blangko ijazahnya menjadi tipis sekali. Saya pun mulai khawatir kalau terus digosok akan menjadi bolong. Wah, ini namanya bukan menghilangkan masalah namun menambah masalah. Stop!

Hasilnya sih cukup lumayan, warna tintanya agak kabur. Kalau kita tindih dengan tulisan yang baru maka bekas tulisan yang pertama tadi sekilas tidak kelihatan. Untuk sementara, itulah yang saya pakai selama dua kali penulisan ijazah.

Lantas setahun dua tahun saya menggeluti pekerjaan menulis ijazah, pengalaman saya cukup lumayan. Pada akhirnya saya pun menemukan trik tersendiri untuk menghapus tulisan yang salah. Saya pun tidak lagi cemas ketika terjadi keseleo saat menulis.

Berikutnya, saya sudah mulai agak hati-hati dan teliti. Sebelum menulis saya harus dalam kondisi yang stabil. Pikiran jernih, hati damai, dan jasmani juga dalam keadaan fress. Biasanya kondisi yang demikian itu kita dapatkan setelah selesai mandi.

Tetapi biar bagaimana pun, kita menyiapkan kondisi tubuh yang segar, kesalahan itu tetap ada. Namanya manusia selalu aja ada hilap.

Nah, saatnya saya berbagi trik tentang bagaimana menghilangkan tulisan yang salah pada penulisan ijazah. Trik ini merupaka kombinasi antara dua trik yang ditawarkan oleh teman saya tadi yakni antara menggosok dengan penghapus dan menyileti.

Kombinasinya begini.

Pertama-tama keruklah permukaan blangko ijazah yang terdapat kesalahan penulisan dengan silet cukur (tatra, goal dan sejenisnya). Kerukannya harus teratur dan hati-hati. Setelah itu gosoklah dengan penghapus pensil 2B. Ulangi kegiatan tersebut beberapa kali sampai bekas tintanya benar-benar hilang. Sering-sering membersihkan penghapus dengan kain agar tinta yang melekat tidak mengotori blangko ijazah.

Mudah kan? Selamat mencoba.

Artikel Terkait

Tips 3495983559737511388

Post a Comment

emo-but-icon

item