Kabupaten Lombok Timur Penyalur TKI Terbesar di Indonesia

Tumbuh Mulia, Kabartumbuhmulia - Pada Acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Dasan Gegurun Desa Tumbuh Mulia (28/12), Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur H Hairul Warisin  menyampaikan beberapa hal kaitannya dengan perkembangan Lombok Timur akhir-akhirn ini. Termasuk kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintah serta beberapa kendala yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Baca Juga: Maulid di Gegurun, Pak Wabub Sampaikan Tiga Pesan Kepada Warga

Dikatakan oleh Wabup bahwa saat ini kabupaten Lombok Timur berjumlah 1,3 Juta jiwa. Merupakan jumlah terbesar di antara kabuten di NTB. Dari jumlah tersebut sebagian besarnya bematapencaharian sebagai petani yaitu sekitar 87 pesen. Sementara jumlah lahan pertanian di Lombok Timur sangat sempit yakni cuma 46 ribu hektar. Jika dibagi dengan jumlah penduduk maka rata-rata penduduk Lombok Timur hanya memiliki lahan kurang dari satu are.

Wabup membandingkan dengan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yakni kabupaten Indragilihir. Jumlah lahan pertanian di Kabupaten tersebut sangat luas. Rata-ratakan setiap penduduk akan memiliki satu hektar lebih lahan pertanian. Perbandingan  yang sangat jauh dengan kenyataan yang ada di Lombok Timur.
Kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan. Bisakah penduduk Lombok Timur hidup sejahtera dengan lahan yang sempit itu?  Lalu bagaimana pemerintah meyikapinya?
Menurut Wabup sendiri bahwa semakin bertambah jumlah penduduk maka rezeki semakin bertambah pula.

Setidaknya Wabup membuktikannya dengan dua alasan. Pertama, meskipun lahan di Lombok Timur sangat sempit namun mampu panen hingga 2-3 kali pertahun. Rata-rata pertahun bisa surplus hingga 170 ton. Sehingga penduduk di Lombok Timur tidak kekurangan pangan. Bahkan dari lahan yang sempit itu Lombok Timur mampu menyuplai kekurangan pangan kabupaten luar.

"Bila dibandingkan dengan di Indragilihir, lahan pertanian di sana hanya bisa panen satu kali dalam setahun" Kata Wabup.

Alasan kedua, bahwa kabupaten Lombok Timur merupakan penyuplai TKI terbesar dari seluruh kabupaten di Indonesia. Peyuplai terbesar kedua adalah Kabupaten Indramayu. Dalam satu tahun saja, uang luar negeri yang masuk di kabupaten Lombok Timur mencapai 1,5 Triliun. Itu membuktikan bahwa rizki penduduk sangat melimpah yang datangnya dari berbagai arah.

Hanya saja, kata Wabup skill penduduk Lombok Timur masih sangat rendah. Sebagian besar penduduk masih mengandalkan tenaga otot dalam bekerja.  “Di luar negeri penduduk Lotim belum mampu menjadi manajer perusahan.” Kata Wabup. Sehingga ini yang terkadang masih menjadi kendala dan PR bagi  pemerintah kabupaten untuk bisa meningkatkan SDM di Lombok Timur. “Kita masih kalah SDM,” pungkas Pak Wabup.

Selanjutnya Wabup juga menginformasikan tentang pembangunan-pembangunan yang tengah dikebut di Lombok Timur. Wabup menyampaikan bahwa saat ini Lombok Timur tengah berbenah. Dari anggaran dana 2,3 Triliun tahun ini telah dibelanjaan 1,3 Triliun untuk gaji pegawai, dan 1 Triliun untuk pembangunan.

Pembangunan-pembangunan yang tengah direalisasikan antara lain pembangunan Gedung Bupati senilai 104 Milyar, kantor DPR 47 Milyar, pembangunan jalan 240 Milyar, dan pembangunan sarana dan prasarana yang lain seperti pasar,  pelabuhan, jembatan dan lain sebagainya.

Wabub juga merespon apa yang disampaikan oleh ketua panitia dan Kades Tumbuh  Mulia di awal pengajian. Bahwa Aspirasi masyarakat yang menuntut untuk pengandaan jalan hotmix di dasan Gegurun akan tetap dilakukan. “Kita akan lakukan apa keinginan masyarakat di sini, karena memang PR kita untuk pembangunan jalan masih banyak. Pembangunan jalan Di lombok Timur baru 50 persen. Sisanya tetap menjadi program sesuai dengan prosedur, termasuk jalan yang ada di Dasan Gegurun,” Jelas Wabub. (Abduh)
LihatTutupKomentar