Istikomah Itu Memang Sulit


Istikomah Itu Memang Sulit
Oleh: Abduh Sempana

Pantaslah ulama mengatakan bahwa “Al istiqomah Khairummin alfi karomah”, istikomah itu lebih baik dari seribu macam keramat.

Membayangkan kata keramat saja, wah, gitu.

Memang, keramat itu kan cuma spesial buat para waliyullah.

Sedangkan istikomah itu untuk seluruh manusia biasa. Maksudnya, semua orang akan bisa istikomah. Asalkan di dalam hati sanubari terbersit untuk mau beristikomah.

Tapi yang jelas istikomah dan karomah tidak bisa disamakan. Hanya saja karomah itu lahir dari keistikomahan, sedangkan istikomah itu wujud dari keseriusan, keyakinan, dan keinsyafan. Eh, dalilnya mana?

Para ulama sendiri adalah orang-orang yang sangat istikomah. Istikomah dalam belajar, istikomah dalam mengajar, lebih-lebih istikomah dalam ketaan. Sehingga akhirnya mereka diberikan karomah.

Ini sih cuma semacam praduga saya. Tapi mudah-mudahan saja benar. Sehingga boleh dikatakan istikomah itu lebih tinggi nilainya daripada keramat, bahkan seribu macam keramat.

Bagi manusia semacam kita ini, istikomah itu memang sungguh luar biasa beratnya. Lebih berat dari apa yang paling berat di pundak kita. Rasa-rasanya sangat sulit sekali untuk melangkah dengan keistikomahan. Yang ada malah kemalasan, penundaan, dan berbagai dalih yang menghalangi suatu usaha dan rencana.

Misalkan saja dalam urusan membaca dan menulis. Sangat sulit untuk bisa membaca dan menulis dengan istikomah. Apalagi menulis setiap hari dengan rutin itu sulit. Ada saja hambatannya. Ya ini lah, ya itu lah. Pikiran kita selalu berubah-ubah. Hati selau berbolak balik. Padahal kita terkadang sudah berjanji pada diri sendiri untuk selalu menulis setiap hari. Bahkan sudah memiliki jadwal sendiri. Namun, tetap saja jadwalnya dilanggar, bahkan belakangan terkadang tidak dihiraukan.

Lantas apa penyebab atas semua itu?

Ya, itu tadi. Kemalasan, dalih, dan kurangnya motivasi
Maka dari itu, kita perlu membentuk sebuah komunitas. Kita perlu ngobrol-ngobrol. Sebagai tempat melabuhkan harapan. Dari sekian banyak anggota atau katakanlah manusia yang selorong dengan kita, pasti ada yang semangat menulisnya lebih. Maka kita bisa belajar darinya. Kita juga bisa saling menasihati, saling memberi masukan, dan lain-lain yang sifatnya membangun.

Pokoknya, komnunitas itu penting, klub itu berharga, diskusi itu bermanfaat, untuk membentuk karakter dan sifat istikomah itu tadi.

Semoga kita bisa istikomah dalam menulis. Semoga hati dan jiwa kita selalu tergerak untuk menorehkan tinta di atas kertas.

#Salam Ka-Lam Menuju Indonesia Literat

Artikel Terkait

Opini 6002038747854927852

Post a Comment

emo-but-icon

Kabar Terbaru

item