Laki-Laki yang Takut dengan Tali Jemuran

Ilustrasi: fixabay
Cerpen: Abduh Sempana

Entah mengapa setiap kali Rudi melihat tali jemuran ia menjadi merinding. Hatinya tersedak. Matanya menjadi liar seakan ingin berlari. Seperti halnya sore itu, ia melihat tali jemuran tetangga yang membentang di belakang rumah. Ia terkejut dan mau lari. Tapi karena takut dikira gila, akhirnya ia berjalan santai saja, meski di hatinya sudah tidak tahan ingin segera berlari sekencang-kencangnya.

Dahulu, sebelum kejadian ironis yang menimpa kakaknya, sebetulnya tidak ada yang aneh memang dengan tali jemuran. Bagi Rudi, tali jemuran adalah cuma seutas tali yang diikatkan pada satu sisi, kemudian dibentangkan ke sisi yang lain. Tali jemuran adalah tempat menjemur baju, celana, sarung, kutang, bahkan celana dalam wanita yang sedang datang bulan.

Tapi pernah suatu ketika Rudi mendengar petuah dari kakeknya tentang tali jemuran, “Kamu jangan lewat di bawah tali jemuran, nanti kamu menjadi orang yang mudah ditaklukkan oleh isterimu,” Demikian kata kakeknya sebelum meninggal lima tahun yang lalu.  Rudi pun kembali bertanya, “Mengapa bisa demikian, Kek”? Kakeknya menjawab, “Soalnya disitu digantung berbagai macam pakaian, itu tidak boleh kita lewat di bawahnya,”

Entah mitos, atau apakah gerangan namanya. Yang jelas semenjak Rudi mendengarkan penjelaskan kakek tadi, ia selalu menghindari tali jemuran tatkala berpapasan saat berjalan. Misalkna ketika mengejar ayam yang mau disembelih saat lebaran, ayamnya melewati tali jemuran, maka Si Rudi berusaha menghindari tali jemuran itu. Rudi memilih jalur lain yang agak jauh, asalkan tidak merunduk di bawah tali jemuran. Padahal ayamnya berada di bawah tali jemuran.

Kemudian di lain waktu, keluarganya juga pernah bertengkar gara-gara tali jemuran. Saat itu hari minggu. Anak-anak semua sedang berlibur sekolah. Termasuk Rudi sendiri yang saat itu baru kelas tiga SMA. Pagi-pagi sekali ia mencuci. Kebetulan ia tidak mempunyai ibu. Ia selalu mencuci baju sendiri. Dulu sebelum kakaknya Idriani meninggal, ia selalu dicucikan oleh kakaknya itu. Selain ia yang mencuci pagi itu, kakak iparnya juga mencuci pakain dua bak besar. Selain itu juga ada bibiknya yang mencuci. Sehingga semua tali jemuran penuh. Beruntung Rudi mencuci duluan sehingga ada tempat pakaiannya digantung. Tapi tidak untuk kakak iparnya, Rosidah, tidak kebagian tempat menjemur. Akhirnya, Rosidah dan bibiknya Mahmudah berebut tali jemuran. Tali jemuran yang adanya cuma satu di belakang rumah itu ditarik oleh Rosidah. Dikatakannya ia yang paling berhak menempati tali jemuran itu. Sementara Mahmudah bersikeras juga, ia lebih berhak karena tanah tempat tali jemuran itu adalah miliknya, bukan tanah milik suami Rosidah. Hingga pertengkaran terus berlanjut. Mereka terus saling mengumpat. Saling mencaci. Sampai-sampai kata kasar pun keluar dari mulut mereka. Sifat-sifat kebinatangan akhirnya muncul dari kedua kubu yang bertengkar.

Sementara Rudi lari masuk kamar. Ia tidak tahan melihat pertengkaran yang semakin menjadi-jadi itu. Warga pun terlihat berkerumun. Ada yang membela Rosidah, dan ada yang pro Mahmudah. Warga seperti terlibat dengan perkelahian itu. Saat puncaknya, terlihat Rosidah dan Mahmudah saling menjambak rambut. Lalu bibir Rosidah mengeluarkan darah. Rosidah ingin membalasnya, tapi keburu dilerai warga.

Kejadian itu benar-benar membuat hati Rudi menjadi pilu. Ia tak sanggup menahan malu. Teman-teman sekolahnya juga banyak yang menonton kejadian itu. Di mana ia membuang mukanya saat di sekolah. Ia sangat malu dengan keluarganya yang hampir setiap hari bertengkar. Gara-gara ini lah, gara-gara itu, lah. Sampai-sampai tali jemuran pun jadi sumber perkelahian.

Sebelum itu, tali jemuran juga pernah membuat hati Rudi tersayat-sayat. Merupakan kejadian yang paling memilukan bagi Rudi. Kakak satu-satunya, yang bernama Indriani, menggantung diri di belakang rumah. Yaitu di dahan pohon mangga. Sementara yang dipakai menggantung dirinya adalah tali jemuran, yaitu tali jemuran yang dibentangkan Rudi di belakang rumah.

Entahnya apa yang menyebabkan kakaknya gantung diri. Namun setelah diketahui penyebabnya, kabarnya ternyata Indriani dalam keadaan hamil lima bulan. Entah siapa yang menghamilinya.

Sejak itu, Rudi semakin takut dengan tali jemuran.

Artikel Terkait

Cerpen 3408250342851973803

Post a Comment

emo-but-icon

Kabar Terbaru

item