Viral! Kawasan Kumuh Disulap Menjadi Tempat Wisata

wisata desa

Kabartumbuhmulia ID | Sebuah desa di kabupaten Lombok Timur menyulap desa mereka dengan kreasi mural. Dengan memberdayakan potensi seni generasi muda setempat untuk memperindah perkampungan sekaligus sebagai sarana belajar para siswa.

Hasilnya, perkampungan yang dulunya terkesan kumuh kini terlihat indah dan mampu menjadi daya tarik serta meningkatkan geliat ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga: Desa Dasan Borok Bangkit dengan Berbagai Inovasi Melalui Program Desmigratif

Seni mural kreasi para warga desa dasan Borok kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur yang tergambar hampir di seluruh sudut desa dengan konsep dan bentuk warna yang beragam.

Dengan terpajangnya seni mural di sepanjang sudut desa kawasan yang dulunya kumuh kini berubah menjadi menjadi desa yang indah dan menarik.

Selain menjadi kawasan berswafoto bagi warga, belakangan kawasan tersebut juga ramai dijadikan sebagai sentral belajar bagi para siswa sekolah dasar dan menengah untuk belajar di luar kelas.

Tak hanya itu, kehadiran seni mural kreasi warga setempat juga mampu menjadi lahan tambahan baru bagi para pedagang yang mendapatkan berkah dari para pengunjung yang kebetulan melintas di perkampungan tersebut.

Baca: 4 Peluang Usaha 2019 Dengan Modal Kecil dan Keuntungan Besar

Selain disyukuri warga, ide kreatif mural yang dibiayai pihak desa sekitar 650 juta rupiah tersebut, kini menjadi kebanggaan warga sekaligus sarana bermain dan belajar anak yang kreatif.

Salah seorang pengunjung yang bernama Zuhratul Hidayah mengatakan,“Selain sebagai tempat belajar, juga bisa dijadikan sebagai tempat selfie, berjualan, dan lain-lain. Jadinya tempat ini menjadi ramai, padahal mulanya banyak sampah-sampah di sini dan sekerang menjadi bersih.”

Melalui kreasi seni mural yang dikembangkan pihak desa, pihak desa berharap bisa membangkitkan geliat ekonomi masyarakat sekaligus merubah kesan desa yang awalnya kumuh menjadi desa yang bersih, sehat, dan indah.
-----------------------
Image: Akhiruddin 
LihatTutupKomentar