Cerita Inspiratif: Menjaga Sang Kekasih


Cerita Inspiratif

Menjaga Sang Kekasih
Oleh: Fadly R. Siddiq

Setiap orang pasti pernah yang namanya jatuh cinta. Dan pasti orang yang dicintai itu tidak ingin ada yang menyakitinya. Begitu juga aku. Aku mencintai seorang wanita dan aku ingin sekali.menjamin keselamatanya.

Sangat sakit sekali, apabila melihat orang yang disayangi itu menangis karena orang lain. Itulah yang aku alami, berpaku tangan ketika melihatnya menangis meskipun karena hanya kejahilan temannya. Padahal aku sangat emosi dan ingin menghajar orang yang menyakitinya, apalagi sampai membuat air matanya menetes. Tapi aku tidak bisa apa-apa karena aku tidak memiliki ilmu bela diri.

Sejenak aku berpikir, akankan diriku selalu diam ketika ada yang mengganggunya? Akankah aku tega melihat air matanya yang jatuh? Akankah aku tega melihatnya terus-terusan begitu? Di mana letak jiwa lelaki ku jika aku membiarkan ia tersakiti. Aku harus menjaganya, melindunginya, menjamin keselamatanya. Aku ingin menjadi bagian dari harapannya ketika dia tersakiti. Aku harus ikut pencak silat demi dirinya.

Akhirnya aku pun mencari informasi tentang masalah perguruan apa saja yang ada di nusantara ini. Ternyata banyak sekali perguruan pencak silat yang ada di negri ini. Dan semuanya  aku ingin tahu seluk beluk perguruan-perguruan tersebut. Seperti BS Melati, Naga Sakti, KSI, Noga, Naga Putih dan masih banyak lagi. Semuanya itu memiliki yang namanya Guru Besar yang di sebut dengan Maha Guru. Tapi entah mengapa semua perguruan itu tidak membuatku tertarik dan ragu untuk mengikutinya, karena pasti ada saja jurus yang akan di rahasiakan oleh guru besarnya. Aku bisa mengambil kesimpulan kalau ada jurus yang di sembunyikan dari murid-muridnya maka seorang guru tidak percaya seutuhnya kepada muridnya atau anak buahnya. Itulah yang membuatku ragu pada perguruan-perguruan tersebut meskipun semua perguruan pasti mengajarkan kebajikan.

Karena aku ingin benar-benar  menjaganya, maka aku terus mencari dan mengamati semua dunia persilatan.

Dua bulan aku terus mencari perguruan yang cocok dan yang aku sukai, dimana semua jurusnya diketahui oleh semua muridnya tanpa ada sedikitpun yang disembunyikan. Setelah itu akhirnya aku bertemu seorang warga pencak silat yang nama perguruanya PSHT yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate. Setelah aku.mendengar penjelsan langsung dari warga PSHT sendiri, aku mulai tertarik karena di PSHT bukan dinamakan perguruan tetapi organisasi pencak silat yang mengutamakan persaudaraan dan semua warganya sama kedudukannya, jurus pun tidak ada yang disembunyikan. Di PSHT tidak ada yang namanya maha guru. Itulah yang membuatku tertarik untuk masuk di PSHT. Latihan PSHT mengutamakan fisik dan aku rasa itu cocok sekali  karena kalau fisik udah kuat akan mudah melindungi seseorang yang dicintai.

Aku pun mulai mengikutinya sampai sekarang, dan aku masih menjadi siswa Sabuk Jambon.  Aku mempunyai tekat, fisikku harus kuat demi orang yang aku sayangi. Itulah bentuk pengorbananku untuk orang yang aku sayangi.

Artikel Terkait

sastra 7730187553544759641

Post a Comment

Berkomentarlah dengan santun dan bermartabat.

emo-but-icon

Kabar Terbaru

item