Saat Aku Jatuh Cinta

Kala itu tengah libur semester, tepatnya saat matahari mulai beristirahat dan sang rembulan menggantikan posisinya. Desaku dikerudungi oleh...

Kumpulan Cerpen Karya Siswa-Siswi MTs NW Boro'Tumbuh

Berikut ini adalah kumpulan cerpen karya siswa-siswi MTs NW Boro'Tumbuh . Kumpulan cerpen ini bertajuk " Menanti Sahabatku...

Teman Sejati yang Abadi

Karya : Wardatul Jannah (Siswi MTs NW Boro'Tumbuh) Pada masa yang lalu saat aku masih duduk di kelas VII MTs, aku selalu merasakan ke...

Kaos Kaki | Tuhfatul Makki

Oleh: Tuhfatul Makki Pagi itu Rini pergi ke sekolah penuh keceriaan. Namun sesampainya di sekolah semua siswa menertawakannya. Dia pun cue...

Mosba

Karya : Asri Maulidi (Siswa MTs NW Boro'Tumbuh) Aku baru tau seperti apa Mosba itu, setelah aku masuk sekolah di MTs. Sebelumnya aku...

Benci Jadi Cinta

Karya: Fuji Ardani Putri (Siswi MTs NW Boro'Tumbuh) Dulu ketika aku duduk di a kelas VII aku paling tidak suka dengan pelajaran baha...

Si Kancil yang Cerdik

Karya : Rizananatul Hasanah (Siswi MTs NW Boro'Tumbuh)  Pada suatu hari di tengah rimba yang lebat, dua ekor hewan sedang menuju ke ...

Sebuah Penyesalan Panjang

Karya: Misratul Aulia “Aduh, aduh, sakit Pak, Sakit!” Kata Doni yang ditarik kupingnya oleh Pak Ahmad karena ia sering membolos sekolah. D...

Jimiri_trifi

Karya : Jinan A. Anjana (Siswi MTs NW Boro'Tumbuh) “Bagaiman kalau kita namakan persahabatan kita ini dengan ‘Jimirifi’. Tanya Fitri...

Bintik-Bintik Merah

Karya: Riyadlatul Hikmah (Siswi MTs NW Boro'Tumbuh) Plak! Plak! Suara pukulan yang mendarat di pipiku. Ketika itu aku sangat kes...

Arti Persahabatan

Karya: Siti Rahmi Jalilah (Siswi MTs NW Boro'Tumbuh “Biasa aja kali Fit, lagian aku bisa memakai jilbab begini juga karena diajarin ...

Cerpen Persahabatan Karya Siwa-Siswi MTs NW Boro'Tumbuh

Berikut ini merupakan cerpen-cerpen bertema persahabatan karya siswa-siswi MTs NW Boro'Tumbuh. Selain cerpen bertema persahabatan ini...

Sampaikanlah Sebelum Terlambat

Ketika matahari tenggelam, hari pun mulai gelap. Senja yang kemerah-merahan mengantarkanku untuk berjumpa dengan seseorang. Yakni, Dia yang...

Entahlah....Mungkin Kamu Juga Suka.....

Matahari mulai menampakkan sinarnya. Jalan-jalan mulai terlihat ramai. Kendaraan berseliweran dari arah utara dan selatan. Anak-anak sekola...

“Meski Tak Seindah Kemarin”

By: Jalaluddin (Siswa MTs NW Boro'Tumbuh) “Saat bagun tidur aku langsung membuka jendela. Udara sejuk masuk ke dalam kamarku. Aku me...

“Anak Rimba yang Malang”

Cerpen : Candra Wijaya (Siswa MTs NW Boro'tumbuh) Ilustrasi by : Candra Wijaya Saat itu matahari mulai tenggelam. Burung-b...

Melancong ke Kota Santri

Umi Masyuroh Kesibukan sebentar lagi akan terlihat, jalan raya kecil itu akan membludak. Ini bukan hari apa-apa, hanya hari biasa yang se...

Mana Duluan?

Mana Duluan? Cerpen : Umi Masyuroh Kepala gadis bercepol dua itu terangkat, menatap bingkai pintu yang sedikit bergerak. Suara sibuk dil...

Jilbab Itu Cantik

Umi Masyuroh Rambut selehernya yang dipotong cepak teryata mengundang amarah ayah melebihi yang dia duga. Ibu tidak berani bicara ketika s...

Ia Sedang Jatuh Cinta

Cerpen | Abduh Sempana Pagi itu matahari mulai menerobos lubang jendela, menjilat meja-meja dan perabot kantor di dalamnya. Anak-anak  te...